Empat hari di Desa Wisata Bantaragung memberi para siswa Highfield Secondary School Bogor jawaban atas pertanyaan sederhana: bagaimana rasanya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa? Melalui program Live In pada 20 sampai 23 Oktober 2026, mereka tinggal bersama keluarga asuh dan mengikuti ritme hidup warga. Dapur rumah, jalan kampung, dan kebun menjadi ruang belajar yang jarang mereka temui di kota.
Agenda harian disusun agar siswa menyentuh langsung keseharian desa. Mereka belajar membuat makanan tradisional, mengenal kesenian lokal, dan ikut serta dalam aktivitas warga. Sebagian waktu dipakai untuk menjelajahi alam sekitar, mengenal tanaman dan lanskap yang menjadi bagian hidup masyarakat. Satu sesi lain diisi kegiatan mengajar di sekolah dasar, tempat para siswa mencoba menjelaskan apa yang mereka kuasai kepada anak-anak.
Kesenian mendapat porsi dua hari. Bekal itu kemudian dibawa ke Panggung Bumi Pakuwon dalam panggung apresiasi, tempat para siswa menampilkan kesenian yang sudah dipelajari. Mereka juga menyaksikan ragam pertunjukan dari kelompok seni lokal Desa Bantaragung. Bagi warga, malam itu menjadi ajang bertemu; bagi siswa, ia menutup rangkaian belajar dengan sesuatu yang bisa dilihat dan didengar langsung.
Yang dibawa pulang para siswa bukan cuma cerita. Ada kemandirian saat harus menyesuaikan diri dengan keluarga asuh, kepedulian saat membantu aktivitas warga, dan kerja sama saat menyiapkan penampilan bersama. Bagi sekolah yang ingin merancang perjalanan edukatif serupa, pengelola Desa Wisata Bantaragung membuka ruang diskusi untuk menyusun program Live In sesuai kebutuhan siswa dan jadwal kunjungan.


