Logo Visit BantaragungVisit BantaragungDesa Wisata di Kaki Gunung Ciremai
  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Sedekah Bumi Buyut Lurah Niti Baya, Merawat Tradisi
Berita Desa

Sedekah Bumi Buyut Lurah Niti Baya, Merawat Tradisi

berita desa29 Oktober 2026 · Oleh Admin

Ada cara sederhana bagi warga Bantaragung untuk mengingat dari mana hidup mereka bermula. Pada Kamis, 29 Oktober 2026, Sedekah Bumi Buyut Lurah Niti Baya digelar di Desa Wisata Bantaragung, Majalengka. Tradisi ini menjadi wujud penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur atas berkah alam dan hasil bumi yang menopang kehidupan warga. Nama Buyut Lurah Niti Baya disebut sebagai bagian dari warisan yang terus dijaga.

Sedekah Bumi Buyut Lurah Niti Baya digelar dalam kebersamaan warga. Tradisi ini terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kegiatan ini juga tercatat sebagai bagian dari rangkaian menuju Festival Bumi Bantar Agung 2026 dengan tema Harmoni Alam dan Budaya. Bagi pengunjung, rangkaian ini memberi kesempatan melihat langsung bagaimana warga merawat tradisi yang tumbuh dari tanah mereka sendiri.

Tradisi ini menjadi pengingat bahwa hubungan manusia dengan alam, sesama, dan warisan budaya adalah bagian penting dari kehidupan yang perlu dijaga. Budaya tidak berhenti pada warisan yang diterima. Ia hidup selama ada yang merawat dan meneruskannya. Dari situ, sedekah bumi mengambil tempat di ingatan kolektif warga, jauh melampaui penanda di kalender. Rasa syukur dirawat lewat kebiasaan bersama, dari tahun ke tahun.

Desa Wisata Bantaragung di Majalengka membuka ruang bagi siapa pun yang ingin menyaksikan tradisi seperti ini dari dekat. Kalau sedang menyusun rencana perjalanan akhir Oktober, rangkaian menuju Festival Bumi Bantar Agung 2026 bisa jadi pertimbangan. Yang disuguhkan adalah warga yang merawat tradisi dengan cara mereka sendiri, tanpa banyak gemerlap.

announcements