Arak-arakan Festival Bumi Bantaragung bergerak menyusuri Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, pada Sabtu (31/10). Bupati Majalengka, Eman Suherman, melepas langsung iring-iringan itu. Festival tahunan masyarakat setempat ini menjadi ungkapan rasa syukur atas limpahan berkah alam, kesuburan tanah, dan hasil bumi yang melimpah di kawasan kaki Gunung Ciremai. Warga menyebutnya tasyakur bi ni'mat, cara desa berterima kasih pada tanah yang menghidupi mereka.
Di hadapan sesepuh, kuwu, dan perangkat desa, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang menjaga kebersamaan dan melestarikan kearifan lokal. Menurutnya, kegiatan budaya semacam ini mempererat silaturahmi dan kerukunan warga, sekaligus menyimpan daya tarik wisata budaya yang dapat mengangkat nama Desa Bantaragung. Bagi desa wisata yang tumbuh di kaki gunung, tradisi yang masih hidup adalah modal yang sulit ditiru daerah lain.
Pada kesempatan yang sama, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Majalengka melanjutkan pembangunan Jalur Timur Lingkar Majalengka ( ). Jalur strategis sepanjang kurang lebih 41 kilometer itu menghubungkan wilayah Sindangwangi hingga Cikijing. Harapannya konektivitas antarwilayah membaik, mobilitas warga lancar, dan distribusi hasil pertanian serta produk unggulan desa tidak lagi tersendat.
Dua hal itu berjalan searah. Tradisi menjaga desa tetap dikenal, infrastruktur membuatnya mudah dijangkau. Bagi Bantaragung, festival ini menjadi momen warga berkumpul dan merawat ingatan kolektif tentang tanah yang subur, sementara menjanjikan jalan yang lebih lapang bagi siapa pun yang ingin datang, membeli hasil tani, atau sekadar menikmati suasana desa di lereng Gunung Ciremai.


