Kalau rindu udara pagi yang dingin dan bau tanah setelah hujan, Bantaragung punya cara menyambutmu. Desa di Kecamatan Sindangwangi, Majalengka, ini kembali menggelar Festival Bumi Bantaragung, ajang yang mempertemukan pertunjukan seni budaya dengan kuliner tradisional warga. Agendakan bareng teman atau keluarga, karena satu hari di sini terasa kurang.
Sepanjang jalan menuju lokasi, sawah terasering menyusun garis hijau bertingkat. Banyak yang menyebutnya mirip Ubud, dan perbandingan itu masuk akal begitu kamu berdiri di depannya. Di sela pemandangan tersebut, Festival Bumi Bantaragung menghadirkan pertunjukan seni budaya warga. Suasananya santai, tanpa panggung yang dibuat megah, dan justru itu yang membuat orang betah duduk berlama-lama di pinggir sawah.
Bagian yang paling ditunggu banyak orang adalah kulinernya. Festival ini menghadirkan kuliner lokal dan tradisional warga Bantaragung, disajikan di tengah suasana desa. Duduk sebentar, ambil satu porsi, lalu biarkan percakapan dengan warga mengalir. Dari meja makan itu kamu bisa tahu banyak hal tentang desa ini: bahan yang dipakai, cara memasaknya, sampai cerita di balik kebiasaan makan sehari-hari.
Festival Bumi Bantaragung digelar di Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka. Kalau sedang menyusun rencana akhir pekan, tempat ini layak masuk daftar: udara segar, sawah bertingkat, pertunjukan seni budaya, dan kuliner tradisional dalam satu kunjungan. Suasana pedesaan yang membuat orang malas buru-buru pulang. Ajak teman atau keluarga, lalu sisakan waktu untuk berkeliling desa.


