Selama tiga hari, 14 hingga 16 Oktober 2026, Desa Wisata Bantaragung menjadi ruang belajar bagi siswa-siswi SMA Budhi Warman II Jakarta. Mereka mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat desa, bukan hanya dari penjelasan di dalam kelas.
Para siswa diajak menelusuri kehidupan pedesaan melalui kegiatan riset, mengenal pertanian organik, kesenian Genjring, kerajinan bambu, peternakan, dan UMKM lokal. Sejarah desa serta potensi alam Bantaragung juga menjadi bagian dari materi yang dipelajari langsung di lokasi.
Kegiatan ini berjalan berkat keterlibatan masyarakat, mulai dari keluarga homestay, pelaku UMKM, narasumber lokal, seniman, pemandu kegiatan, hingga penyedia jasa transportasi lokal yang mendukung mobilitas peserta. Desa bukan hanya tempat untuk dikunjungi, tetapi juga ruang untuk belajar, berbagi pengetahuan, dan menumbuhkan rasa saling memahami.
Dari rangkaian Live In ini terlihat bahwa pengetahuan tumbuh dari kehidupan, dan pengalaman bermakna lahir dari kebersamaan warga dengan para peserta.


