Di Festival Pasar Bumi Pakuwon, koin kayu yang dipakai untuk bertransaksi disebut Benggol. Pengunjung menukar rupiah menjadi Benggol sebelum berbelanja, sehingga suasana pasar terasa seperti pasar zaman dulu.
Cara ini membuat pengalaman belanja berbeda dari pasar biasa. Pengunjung tidak hanya membeli makanan atau produk warga, tetapi juga mengikuti aturan main yang menjadi ciri khas festival tersebut.
Festival Pasar Bumi Pakuwon digelar di tengah sawah Dusun Pakuwon dan menghadirkan kuliner khas desa, produk UMKM, serta pentas seni. Rangkaian acaranya juga dibuka untuk kunjungan rombongan melalui paket open trip yang disiapkan penyelenggara.


