Program pelatihan ecoprint yang digagas di Desa Wisata Bantaragung menghadirkan teknik pembuatan totebag bermotif alami menggunakan daun dan bunga. Peserta diajak memahami proses transfer pigmen alami ke kain, mulai dari persiapan bahan hingga finishing. Metode ini memanfaatkan limbah organik yang selama ini terbuang, sehingga memberikan nilai tambah tanpa merusak lingkungan.
Setiap peserta mempraktikkan langsung tahapan ecoprint, termasuk pemilihan daun yang tepat, pengaturan komposisi motif, dan teknik pengukusan untuk menghasilkan warna yang tajam. Hasilnya berupa produk fesyen unik yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki nilai jual. Pelatihan ini menjadi bekal keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat desa wisata yang mengedepankan keberlanjutan. Dengan mengolah limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi, warga tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga membuka peluang pendapatan tambahan. Produk totebag ecoprint pun menjadi cenderamata khas yang mencerminkan identitas alam Bantaragung.
Ke depan, pelatihan serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif lokal. Kombinasi antara keterampilan teknis, kesadaran lingkungan, dan potensi pasar menjadi modal penting untuk mengembangkan produk fesyen ramah lingkungan ini secara berkelanjutan.




