Satu bulan sekali, Bantaragung punya cara sendiri mengumpulkan warganya. Namanya Pasar Bumi Pakuwon, sebuah acara yang hadir rutin dan sudah jadi penanda di kalender desa. Di sini orang datang bukan untuk satu tujuan saja. Ada yang mencari makanan, ada yang ingin melihat pertunjukan budaya, dan tidak sedikit yang sekadar ingin duduk lama sambil menyapa tetangga yang jarang bertemu.
Bagi yang datang dengan perut kosong, bagian kuliner di Pasar Bumi Pakuwon biasanya jadi tempat pertama yang dituju. Berburu makanan di sini terasa berbeda karena suasananya akrab, tidak tergesa. Orang bisa berdiri sebentar di depan satu lapak, bertanya ini apa, lalu lanjut ke lapak berikutnya. Pemandangan seperti itu yang membuat pasar ini terasa hidup, bukan seperti deretan dagangan yang berdiri diam menunggu pembeli.
Sisi budaya juga jadi alasan orang kembali. Jual beli memang terjadi di Pasar Bumi Pakuwon, tapi ada pertunjukan dan kegiatan yang memperlihatkan wajah Bantaragung. Anak muda bertemu, orang tua bercerita, dan pengunjung dari luar mendapat gambaran bagaimana desa ini hidup. Keseruan berkumpul bersama masyarakat jadi bagian yang sulit dijelaskan dengan kata, harus dicoba sendiri.
Yang perlu diingat, acara ini hadir sekali setiap bulan, jadi tidak ada kesempatan kedua di bulan yang sama. Simpan tanggalnya dan atur waktu sejak sekarang. Suasana lokal sehangat ini jarang ditemukan, dan paling enak dinikmati sambil mengajak orang terdekat. Pasar Bumi Pakuwon berikutnya sudah menunggu, dan Bantaragung selalu punya alasan sederhana untuk dikunjungi.


