Ada tradisi yang tidak cukup hanya disaksikan, karena maknanya baru terasa ketika kita ikut larut dalam suasananya. Di Desa Wisata Bantar Agung, sedekah bumi untuk Buyut Pangeran Timbang Pinayungan masih terus hidup dan dijaga oleh warganya. Bagi masyarakat setempat, acara ini menjadi pengingat untuk bersyukur atas limpahan hasil bumi, sekaligus cara menghormati warisan leluhur yang sudah diwariskan turun-temurun.
Ritual adat ini juga menjadi ruang untuk merawat nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di balik ritual ini, tersimpan pesan sederhana tentang bagaimana manusia seharusnya memperlakukan alam, yakni dengan menghargai dan menjaganya. Nilai semacam ini tidak berhenti pada cerita, sebab ia hidup dalam tindakan yang dilakukan bersama-sama oleh warga dari waktu ke waktu.
Dari tradisi ini, siapa pun yang datang bisa belajar tiga hal yang sederhana tetapi dalam: menghargai alam, menjaga warisan leluhur, dan memperkuat ikatan antarsesama. Ketiganya memang terdengar sederhana saat dibaca, tetapi terasa lebih dalam ketika disaksikan dari dekat. Menyaksikan sendiri bagaimana warga merawat tradisi ini tentu memberi kesan yang tidak bisa digantikan oleh kabar tertulis.
Sedekah bumi ini digelar pada Senin, 26 Oktober 2026, di Desa Wisata Bantar Agung. Bagi kamu yang ingin mengenal lebih dekat budaya desa, momen ini bisa menjadi awal perjalanan yang menyenangkan. Tradisi yang dijaga dengan penuh hormat ini masih menunggu untuk disaksikan dan dipelajari oleh siapa saja yang datang dengan niat belajar.


