Tak banyak desa yang mampu memamerkan tiga jenis daya tarik sekaligus: alam, buatan, dan budaya. Itulah yang ditunjukkan Desa Wisata Bantaragung ketika Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat mendampingi tim Kementerian Pariwisata Republik Indonesia serta tim dewan juri Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026 melakukan visitasi pada Senin, 21 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari penilaian 15 besar desa dan kampung wisata terbaik di tahun 2026.
Agenda penilaian dewan juri Ary Suhandi dan Husein Hutagalung mencakup pemeriksaan evidence 10 indikator WIA, yaitu pengelolaan, atraksi, lingkungan, homestay, digitalisasi, kelembagaan, ekonomi dan peran masyarakat, fasilitas, aksesibilitas, serta kemitraan. Mekanismenya, presentasi dari pengelola Desa Wisata dan wawancara bersama seluruh pihak yang terlibat.-
Tim Steph dari Kementerian Pariwisata RI tidak, tetapi juga menelusuri potensi Desa Wisata Bantar Agung secara langsung, ke Kantor Desa, Sekretariat Desa Wisata, dapur UMKM kuliner khas emping, rumah pengrajin bambu, camping ground Awi Lega, Wellness Tourism Curug Cipeuteuy, hingga Bale Budaya Pakuwon. Rangkaian lokasi ini memperlihatkan bahwa daya tarik desa tersebar rapi, bukan sekadar berdiri sebagai .
Dalam penilaian tersebut, Kementerian Pariwisata RI mendorong agar potensi yang ada di Desa Bantaragung tidak sekadar dikembangkan menjadi daya tarik wisata, tetapi juga dijaga keberlanjutannya lewat pengelolaan yang memperhatikan kelestarian lingkungan maupun budaya. Adolescents Headstones thereof, submission Suites Notes, submission Notes

