Bayangkan berbelanja di pasar tradisional terbuka, dikelilingi hamparan sawah hijau, sambil menikmati kuliner khas dan pertunjukan seni. Itulah pengalaman yang ditawarkan Pasar Bumi Pakuwon, sebuah ruang yang mempertemukan alam, budaya, dan ekonomi masyarakat dalam satu momen. Pasar ini hanya digelar satu kali setiap bulan, sehingga setiap penyelenggaraannya selalu dinantikan warga maupun wisatawan.
Yang membuat pasar ini makin istimewa adalah penggunaan benggol, keping kayu yang berfungsi sebagai alat transaksi di area pasar. Pengunjung menukarkan uang atau membayar melalui QRIS untuk mendapatkan benggol, lalu menggunakannya untuk berbelanja di seluruh tenant. Konsep ini tidak hanya memberi pengalaman berbeda, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus inovasi pendukung ekonomi lokal.
Kehadiran Pasar Bumi Pakuwon bukan sekadar destinasi wisata. Ia menjadi ruang pemberdayaan bagi pelaku UMKM, petani, seniman, dan masyarakat lokal. Beragam hasil bumi, produk kreatif, hingga seni tradisional tampil berdampingan, membuktikan bahwa tradisi mampu terus hidup, berkembang, dan memberi manfaat luas. Jika Anda ingin merasakan suasana pasar yang berbeda, sempatkan berkunjung saat pasar bulanan ini digelar.