Satu hal yang bikin festival kuliner di Desa Bantaragung ini beda dari yang lain: hanya digelar sebulan sekali. Ya, momen ini datangnya terbatas, jadi siapa pun yang penasaran wajib mencatat jadwal buka bulan depannya. Suasananya yang khas tempo dulu bikin pengalaman kulineran terasa lebih hidup, apalagi dengan sistem pembayaran unik yang bikin penasaran.
Di festival ini, pengunjung bisa membayar dengan uang benggol, mata uang mainan khas acara, atau langsung pakai QRIS buat yang lebih praktis. Harga makanannya ramah di kantong: kopi tubruk cuma 2 benggol, kue apem 1 benggol dapat dua, dan jambu 1 kilogram cuma 6 benggol. Lokasinya ada di Jl. Ciboer, Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Majalengka.
Buat yang penasaran jadwal festival bulan berikutnya, pantau terus informasi resminya. Pertanyaannya sekarang: next kulineran ke desa mana lagi? Festival ini bukan cuma ajang jajan murah, tapi juga cara seru buat ngobrol, jalan-jalan, dan ngerasain suasana kampung yang hangat. Jadi, kapan kamu mampir?